PINHOLE CAMERA – Kamera Lubang Jarum

24 Jul

Di sejumlah negara kamera lubang jarum (pinhole) ini mempunyai banyak nama, seperti Stenops ( Perancis ), Utta Fotocamera Contorostenopieco ( Italia )  dan Obscura camera ( Skandinavia ). Di Indonesia diberi nama kamera lubang jarum.

Pada kamera ini fungsi lensi adalah untuk menghasilkan bayangan yang terfokus digantikan oleh lubang yang sangat kecil. Lubang yang terlalu besar akan membuat bayangan menjadi kabur. Oleh karena lubang besar jarum pada kamera ini hanya berfungsi melewatkan sedikit cahay saja maka film pada kamera ini membutuhkan pemaparan cahaya yang cukup lama. Oleh karena itu, kamera ini hanya bisa digunakan untuk sasaran yang diam dan terang saja.

Menengok sejarah perkembangan kamera, kamera lubang jarum yang mempunyai nama pinhole camera adalah cikal bakal kamera sebelum ditemukan kamera berlensa seperti sekarang ini. Prinsip-prinsip kamera lubang jarum itu ditemukan oleh seorang penulis China bernama Moti pada abad 5 SM. Ia menulis “… sinar bergerak melalui garis lurus dan suatu objek akan memantulkan sinar ke segala penjuru”.

Di belahan dunia Barat, Aristoteles ( 4 SM ) merumuskan  teori pencahayaan pada kamera lubang jarum ini “…. mengapa ketika melalui celah segi empat (misalnya anyaman), sinar matahari tidak membentuk segi empat, melainkan bundar?”

Percobaan-percobaan itu terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh ahli matematika dan fisika abad ke -10 oleh Ibnu Al-Haitan yang lebih dikenal sebagai Al- Hazen. Kemudian juga oleh pelukis ternama Leonardo Da Vinci (1452-1519). Pada tahun 1475 juga ada seorang astronom di Zaman Renaissance, Pablo Tascanelli samapi akhirnya Sir David Brester (1852). Seorang ilmuwan Skotlandia yang dikenal sebagai fotografer pertama yang membuat kamera lubang jarum yang tidak mempunyai lensa. Prinsip dasarnya kamera lubang jarum ini sama dengan kamera obskura yang dibuat pertama kali oleh Gemma Friscius (1545) yang digunakan untuk merekam gerhana matahari.

Ilustrasi di bawah ini menunjukkan contoh kamera lubang jarum lightbox-jenis, cocok untuk penggunaan dengan kamera digital (Hanft, 2005).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: