Bangkutaman, Gak Muluk-muluk untuk ODE BUAT KOTA

15 Oct

Band yang pernah menerobos untuk pertama kalinya ke Internasional yaitu Bangkutaman. Band asal Yogyakarta ini pernah melakukan aksi panggungnya pada bulan Mei 2009 ke Esplanade, Singapura. Namun tidak hanya sampai disitu saja, mereka kini mengeluarkan album penuh yang bertitle “Ode Buat Kota”. Yang masih dilingkari oleh Justinus Irwin (gitar), Wahyu Nugroho (biduan, bas, harmonika) dan Dedyk Eryanto Nugroho(drum).

Tepatnya 20 agustus kemarin mereka meriliskan albumnya yang bekerjasama dengan Jangan Marah Records. Dan ketika ditanyakan mengapa mereka berpindah dengan label sebelumnya itu dijelaskan oleh Dedyk bahwa “Kenapa dengan JMR? karena kami memiliki visi dan misi yang sama dengan JMR (seiring sejalan), kebetulan Blossom Records juga belum bisa berjalan dengan optimal.” Dan Acum alias Wahyu Nugroho juga berkomentar “Dengan Jangan Marah Records, kita berharap sesuatu yang baru aja. Dengan record sendiri kita bisa, cuma ketika ada yang tertarik untuk merilis, kenapa nggak kita kesana dan kasih kesempatan untuk jalan bareng. “ “idealnya, record label dan band yang ditangani berada dalam satu kota.” tambah Irwin.

Mereka pun belum puas untuk album ini, karena dengan merasa ketidakpuasan itulah yang akan membangkitkan mereka untuk membuat karya di industri musik lebih bagus lagi. Lalu pesan apa sih di balik “Ode Buat Kota” ?
Acum : “Lewat ode buat kota, bangkutaman balik lagi ke dunia musik tanah air dan bicara tentang diri dan lingkungan barunya, Jakarta. Album ini adalah suara untuk kota Jakarta, kita mau jadi suara buat mereka yang penat punya banyak ‘nyanyian’ sumbang akan Jakarta.”

Irwin : “[ODE BUAT KOTA] Warga Jakarta sudah terlalu muak dijejali ruwetnya kota Jakarta. Saking muaknya sampai mereka memutuskan untuk bersikap pasrah dan mencoba menyesuaikan dengan buruknya Jakarta. Itu salah. Warga Jakarta berhak mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan manusiawi. Maka dari album ODE BUAT KOTA ini, kami mengangkat tema-tema kecil yang sudah dianggap wajar padahal sebenarnya tidak. Kemacetan, kemiskinan, kebersihan, penghijauan, arogansi mobil bersirene, dll. Kami ingin mengingatkan siapa pun yang menyimak album ODE BUAT KOTA ini, memiliki paradigma baru terhadap kota Jakarta, berhenti menyalahkan siapa pun, dan memulai perubahan dari diri sendiri. Semoga para pejabat juga beli album ini :)”

Dedyk : “Ode buat kota adalah cerita kehidupan dan pengalaman pribadi tentang hiruk pikuk kota besar (Jakarta), semoga bisa menjadi inspirasi bahwa Jakarta harus bisa lebih baik, Pajak sudah dibayar, kesadaran masyarakat juga harus tumbuh, tolong pemeritah provinsi memperhatikan fasilitas dan infrastruktur ibu kota negara yang lambat laun bila tidak dimanage dengan baik dapat membuat aktivitas masyarakat benar-benar lumpuh karena kemacetan.”

Kenapa lagu “catch me when i’m fall” diubah aransemennya, padahal sebelumnya kan atmosfirnya “stone roses-waterfall” banget. apakah ingin menghilangkan image itu ?
Acum: “Catch me versi baru adalah tes kita untuk berusaha menyegarkan diri dengan pengaruh yang baru, ternyata responnya bagus, ini artinya catch me bisa dibawa ke aransemen apapun. Stone Roses tidak pudar, mereka kita kunci dalam peti dan ditanam dalam hati kita dan kita nggak pernah utak-utik lagi.”

Irwin: “Sebisa mungkin Bangkutaman tidak terkotak dalam “image”. Kami akan memainkan apapun yang ingin kami mainkan. Catch Me When I Fall mungkin akan direkam ulang 15 tahun lagi secara lo-fi dengan Acum menyanyikan lagu itu dengan suara berat ditemani sebuah harmonika dan gitar akustik saja. Kita tidak pernah tahu. Image kami adalah bermusik dengan jujur dan membebaskan:)”

Dedyk: “Lagu ‘Catch me when i fall’ dirubah aransemen karena kami ingin bereksplorasi lebih dan ingin memainkan dengan cara yang berbeda saja, dan kami bisa memainkan catch me dengan aransemen apa saja menurut yang kami suka dan tidak ada kaitannya dengan merubah image atau apapun itu. “

Nah, proses pengerjaan album ini berapa lama, dan apa hambatannya selama proses album ?
Acum : “proses rekaman sendiri 2 bulan. Hambatan lebih kepada jadwal masing-masing personil”

Irwin : “Kalau dihitung dari pengajuan konsep lagu di studio latihan sih….mungkin memakan waktu setahun, dengan proses rekaman selama 2 bulan. Hambatan mungkin lebih pada kebiasaan berkesenian kami yang harus berubah drastis sejak pindah di Jakarta. Tidak sesantai di Jogja.”

Dedyk : “Proses pengumpulan materi dimulai dari pertengahan tahun 2009 sebelum tour ke singapore dan proses rekaman dilakukan awal tahun s/d maret 2010, mastering memakan lebih kurang 1 bulan, hambatan lebih kepada pembagian waktu dan schedule antara rutinitas kerjaan dan jadwal latihan dan rekaman.”

Apa sih ekspetasi kalian di album dan karya-karya yang kalian tulis ?
Acum : “Ekspetasi nggak muluk-muluk, mudah-mudahan lagu ini bisa menginspirasi pendengarnya.”

Irwin : -idem-

Dedyk : “Mudah-mudahan album ‘ode buat kota’ dapat diterima oleh masyarakat dan bisa menjadi inspirasi bagi bagi siapa saja yang mendengarnya krena kami percaya pengalaman yang tertuang di lagu-lagu dalam album ini juga banyak dirasakan oleh masyarakat lainnya.”

Kalo punya impian manggung pengen punya konsep yang seperti apa untuk Bangkutaman ?
Acum : “Konser besar di Bunderan HI, Ultah Jakarta, dan bareng Iwan Fals”
Irwin : “Iya benar. atau bareng Bob Dylan kalo versi internasionalnya :p “
Dedyk : “Seperti era dimana semua audiens bangkutaman berkumpul di bibir panggung dan ikut bernyanyi dengan kami dan berjoget dengan riang melupakan sejenak rutinitas yang membelenggu dan pulang memberikan inspirasi baru untuk melanjutkan hidup dengan lebih baik, namun dengan banyak musisi-musisi yang banyak memberikan inspirasi kepada kami live streaming se-indonesia.”

Selain didukung penuh dengan istri atau pun keluarga mereka masing-masing, Bangkutaman mempunyai harapan terbesar “Bisa didengar hingga label luar negeri terutama yang bisa membuat piringan hitam.” Ungkap Irwin. Lain lagi harapan dari Acum yang ingin terjual ludes lebih dari 2000 kopi. Dan kalau Dedyk mempunyai harapan bahwa “Ketika orang-orang mengingat 2010, mereka juga akan ingat dengan album ‘Ode Buat Kota’ ini.

http://www.myspace.com/bangkutamanyk
photo doc.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: