A-10 dan A-11

30 Oct

 

Hari itu mendadak untuk menonton film bioskop yang akhirnya gue dan muccay (panggilan akrab nya). Kita juga memutuskan untuk nonton di Lippo Karawaci. Yahh, kita bolos kuliah yang memang kebetulan sekali ternyata dosennya tidak masuk hari itu. Prok.Prok.Prok ( tepuk tangan dan kaki sangking senengnya dosen nggak masuk, haha )

Awalnya kita berdua langsung menuju bioskop untuk membeli tiket film ‘EAT PRAY LOVE’. Lalu kita mengelilingi mall Lippo seperti para jema’ah yang sedang naik haji. Berkeliling dan masuki hampir setiap toko dan memang yang paling bikin kita betah adalah GRAMEDIA. Tempat yang bisa bikin gue sama mucaay berjam-jam hanya untuk ngetawain isi buku yang mengumbar kata bijak padahal itu terkadang amat susah untuk di lakoni dalam sehari-hari. Tapi gue nggak nyesel untuk membaca itu, secara psikis itu amat sangat ngebantu untuk jadi motivator atau sekadar mengingatkan kita agar menjadi manusia yang lebih baik. Itulah pemikiran simpel gue.

Dan ketika jam menunjukkan hampir 12.45, gue dan mucaay pun bergegas untuk kembali ke tempat bioskop. Yang saat itu sebenernya gue rada laper, tapi dikarenakan gue bawa makanan dari rumah ( nasi goreng ala nyokap gue ) gue memutuskan untuk MAKAN DIDALEM BIOSKOP. GOOD IDEA! Hahaha. Alhasil gue hanya beli minuman dibioskop. Tang,ting,tung ( bunyi bel masuk bioskop ceritanya ). Yeaaaah, ayoooo masuk! Yang tadinya gue ngerasa ragu-ragu buat masuk studio 3 yang dikarenakan SEPI pas antri tiket masuknya, bener aja lho tuh STUDIO isinya SEBELAS ORANG aja. Gue dan mucaay yang duduk dibangku A-10 dan A-11. Di seberang ada cewek 2 duduk di pojok (jangan-jangan mereka ……. hahahaha). Terus ada ibu-ibu yang duduk sendirian didepan bangku gue, ada lagi bapak-bapak didepan bangku ibu-ibu tadi. Terus ada sepasang kekasih yang duduk dibangku B. Lalu 3 cewek remaja ababil dibangku deretan C. Sungguh mengasikan, jika saja ada bantal, guling dan selimut yang tebal di bioskop ini. Well, gue nggak peduli dengan suasana yang hanya 11 orang dalam satu studio itu. Gue hanya memikirkan “kapan ini lampu bioskop dimatiin sih? gue kan pengen makan.”

Satu.Dua.Tiga. Lampu mati seketika. Yesss! Gue bisa makan sekarang. Hahaha. Mucaay cuma bisa ngetawain tingkah laku gue yang kegirangan nggak jelas. Okey, suapan pertama, kedua,ketiga baik-baik aja. Tapi suapan ke empat itu ngebuat gue bikin mau ke SELEK, gimana gue gak ke selek coba. Didalem tempat makan gue, ada KARET dan itu GUE MAKAN. Hayaaaaa…ollooooohhhh… pantesan rasanya aneh! Mucay cuma bisa KETAWA BANGGA didepan gue. Sialan! Ini semua gara-gara lampu bioskop yang gelap gulita. Oh tuhan, mau makan aja kok susah sih.

Tapi setelah kejadian itu, gue sama mucaay tetep aja asiik makan nasi goreng ala nyokap gue. Dan kita berdua udah kayak nonton di rumah aja. Yang duduk santai di sofa terus sambil ngemil makanan deh. Kaki dan badan udah nggak beraturan arahnya, gonta-ganti posisi buat duduk yang nyaman. Baru kali ini gue nonton bioskop yang cemilan makanannya bawa dari rumah. Nasi goreng pula, biasanya kan ciki-ciki atau nggak cokelat gitu yang manis buat ngemil disaat nonton. Tapi yaudalah yang penting kita berdua kenyang. :’))

Kalau ngebahas soal film ‘EAT PRAY LOVE’ itu sendiri emang bagus. Tiga negara yang ada dicerita itu emang bikin mata gue terbelalak buat ikutan keliling dunia. Tapi itu sih nggak mungkin, mau jual apa gue? Jual diri juga belum tentu laku. Hahaha. Gue hanya jadi ngayal seandainya bisa keliling dunia kayak gitu, pasti seru banget. Cerita film itu juga bikin ketawa sih, soalnya ada bagian ketika si Julia Roberts yang menjadi pemain utamanya berada di India. Di India itu dia belajar meditasi dan berdoa. Lucunya ketika orang-orang melakukan meditasi, dia malah tidur tenang lho diantara yang lainnya. Udah gitu dia harus hafal do’a yang berbahasa India dan saat diruang meditasi yang harus mengosongkan pikiran selama beberapa menit, julia roberts malah keasikan dengan obrolan pikirannya sendiri dan tidak konsen untuk tenang dan mengosongkan pikirannya. Sungguh melelahkan sepertinya jika harus belajar meditasi, perlu kesabaran dan ketenangan jiwa yang dalam. Saat dia berada di Bali adalah kisah-kisah romantis dihadirkan. Hoaaaahhhh….rada mengaharukan tapi itu tidak berlangsung lama kok. GOOD. Akhir yang indah dan satu hal pikiran gue setelah film itu selesai adalah cari lagu soundtrack film tersebut. Bagus kan? #nyengir

2 Responses to “A-10 dan A-11”

  1. mucaay 30/10/2010 at 7:30 am #

    AHAHAHAHAHA gilaaaaaaaaaaaaaaaaaaa bangeeeeet dah tuh BIOSKOP
    berasa ada di the premiere nya yah wkwkwkwkwkwkwk

    • wiwinwfy 30/10/2010 at 7:52 am #

      hahahahaha.
      sambil ngayal dan ngetawain setiap naskah yang berbau galau.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: