TEATER UI “Pentingnya Menjadi EARNEST”

20 Jul

“Apalah arti sebuah nama?” adalah sebuah ungkapan terkenal dari Shakesphere yang sering dikumandangkan oleh berbagai kalangan di berbagai belahan dunia. Namun dalam naskah “Pentingnya Menjadi Earnest” ini Oscar Wilde berusaha menggelitik kita dengan menohok tentang betapa para kaum ningrat pada zaman pasca-victorian sedemikian mementingkan tampilan luar yang dalam kasus ini dimetaforakan dengan nama.

Naskah ini berkisah tentang seseorang pria yang mengaku bernama Earnest datang ke Kota untuk melamar sepupu kawannya. Tak dinyana, penipuan orang yang mengaku Earnest ini yang ternyata bernama asli Jack, terbongkar oleh temannya ini yang bernama Algernon. Alih-alih marah, Algernon justru ikut-ikutan menggunakan nama Earnest untuk memikat seorang gadis desa yang merupakan keponakan asuh dari Jack.

Konflik semakin diperparah karena Jack kembali ke desa dan mengatakan Earnest telah meninggal pada saat Algernon berkunjung ke desa dan mengaku bernama Earnest. Dan penipuan kedua orang ini pun terbongkar. Namun masalah tidak berhenti sampai di situ karena pada akhir cerita ‘muncul’ Earnest ‘asli’ yang mereka berdua palsukan selama ini. Siapakah Earnest itu? Seberapa pentingkah nama Earnest dalam kehidupan mereka?

Itulah sepenggal sinopsis yang dipersembahkan oleh @teaterui untuk Festival Teater Jakarta Pusat 2011 di Gedung Kesenian Miss Tjitjih, Cempaka Putih. Saya datang ke acara ini bersama pacar saya yang ingin memotret aksi mereka dipanggung dan tentunya kalo saya ingin menonton langsung teater mereka. Nggak enak kalo kalian belum kenal pemainnya, mereka adalah… Al Muhtadi sebagai Dr. Casuble , Aisyah Khairunnisa sebagai Nona Prism,Rembulan Randu Dahlia sebagai GwendolenMartha Kostarin sebagai CecilyPradana Setya Kusumaatmaja sebagai JackKomarun Afruz sebagai MerrimenZahratun Mutmainah sebagai Lady BracknellAryo Raditio Rizki sebagai Lane dan Hafid Fuad sebagai Algernon.

Dari awal saya menonton, cukup menarik karena antara si Algernon dan si Lane (sebagai pelayan) membuat kelucuan yang sederhana dan sangat menangkap dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja saat si Tuan Algernon memanggil si pelayan dengan bermaksud untuk meminta dibukakan pintu masuk (karena ada seorang tamu), namun si pelayan sudah hafalnya maka dia langsung beradegan menuju pintu tanpa menghiraukan panggilannya si Tuan Algernon. Dan ini sempat berulang kali dilakukan dalam adegannya. Saya suka ini😀

Saya nggak bisa bercerita panjang tentang adegannya, karena sempat lupa juga. Hehe. Tapi saya suka sekali dengan naskah ceritanya karena sempat menyinggung sikap seorang ibu dari artis wanita yang berbicara diinfotainment seperti ini “iya..20tahun..20tahuuunn..” (sebut saja ibunda dari Kiki Fatmala #bukannamasamaran). Itu adegan yang membuat saya  ingat akan kasus infotainment yang nggak penting itu. Oke skip, lanjut. Lalu ada adegan yang menyinggung tentang nilai kejujuran dimata masyarakat yang suka disepelekan, seperti ini naskahnya kalo tidak salah “pada masa ini, orang-orang lebih menyukai hal yang manis walaupun itu salah”. “Keindahan dulu yang penting, kebenaran soal belakangan”. Itulah yang dikatakan oleh Gwendolen yang berisi pesan menyentil untuk masyarakat sekarang.

“Disini sepertinya menjelaskan bahwa nama itu penting. Tapi naskah itu sendiri penuh dengan sindiran kepada bangsawan-bangsawan”, kata Asiyah tentang “Pentingnya Menjadi Earnest” namun beda pendapat dari Al Muhtadi yang menjelaskan bahwa teater kali ini “Pesannya banyak, terutama kritik terhadap modernisme dan feodalisme serta kebangsawanan di Inggris yang kerap mementingkan kulit daripada isi, jadinya adegan-adegannya banyak yang menohok kepalsuan pihak otoritas agama, pendidikan dan birokrat”

Ujung ceritanya yang menjadi Earnest adalah si Jack, karena ternyata dia adalah anak dari adiknya Nyonya Lady Bracknell (ibunda dari Gwendolen). Dan ternyata dia adalah abang dari si Algernon yang sesama pembohong tersebut. Saat Nona Prism mengiyakan atas tas nya yang ditemukan oleh Jack, disitulah mulai terkuak siapa sebenarnya seorang Earnest. Nyatanya ayah dari Jack memang menentukan nama baptisnya adalah Earnest John. Rasa senang yang dirasakan begitu dalam oleh Jack, dia sempat bilang bahwa “Hahaha…ternyata aku tidak percuma menjadi pembohong selama ini. Toh, nyatanya aku memang menjadi seorang Earnest”. Begitulah penutupan dari cerita tersebut. Maaf kalo tidak lengkap ceritanya karena adegan yang berlangsung 3 jam ini sungguh membuat saya terpukau dan tertawa geli dengan naskah-naskahnya yang suka melawak😀 Sukses untuk teaterui dan semoga menjadi juara. Amin. Foto lengkapnya ada di blog, reza pradipto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: