The Best For You

2 Nov

IDE POKOK : Cinta itu harus berani melepaskan demi kebahagiaan orang yang dicintainya.

TEMA : Tentang seorang istri yang sudah tidak sanggup lagi memenuhi kebutuhan biologis sang suami dan harus merelakan suami nya tidur bersama wanita lain.

KARAKTER :

  • Margaret        :

Secara psikis nya dia adalah penyabar, setia, penyayang, mudah putus asa dan minder

Secara fisik nya dia adalah wanita tua, tinggi, rambut putih, mata biru dan rambut sebahu

 

  • George            :

Secara psikis nya dia adalah ulet, egois, jujur, lemah iman dan plin plan

Secara fisik nya dia adalah tinggi, rambut rada botak, badan besar, mata biru dan lelaki tua

 

SYNOPSIS

Perempuan tua yang berbaring ditempat tidur, tidak mendengkur hanya merasa terkubur. Dengan penyakit yang tak kunjung sembuh Margaret lesuh tak berparuh. Hari-hari nya hanya diisi oleh pertanyaan kebathinan kepada Tuhan bahwa kapan dia dijemput karena sudah tak sanggup melihat George yang selalu setia mendampingi hidupnya. Dia bersyukur mempunyai suami yang tak pernah lelah mengurus setiap jalan rasa sakitnya berpuluh-puluh tahun. Hingga kini sudah tua, keriput dan nafsu yang sudah kerut.

Sampai akhirnya Margaret merasa bersalah karena tak pernah bisa menyanggupi kebutuhan biologisnya. Dengan rasa yang cukup kuat dengan topeng ala sumringahnya, dia coba untuk memilih kebijakannya demi atas nama cinta. Do’a kekuatan untuk merelakan sang suami dipegang erat dengan isak tangis yang mulai meringis. Dimobil itu pun rasa gelisah tak bisa mengekangnya sampai keseluruhan membekas menyitanya. Deras airmata menjadi suara ketidakrelaaanya berbicara, yang apalagi Margaret harus mengantarkan George ke tempat perempuan-perempuan yang haus sperma lelakinya. Ajaib,nasib.

Apalah daya, cinta butuh pengertian dalam cangkupan yang luas. Dimana antara logika dan perasaan membuat tekanan didalamnya. Itulah pengorbanan cinta yang tidak pernah bisa diukur oleh apapun, dia bisa bicara ketika bukti dipegangnya.  Rasa sakit bathin dan rohani cukup mengenyangkan Margaret tapi dia tak pernah menyesal untuk melakukannya demi suami tercinta. Bagi Margaret, “aku mencintaimu lebih dari nyawa ku”. Dan George pun sungkan menunduk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: