Buku Sujiwo Tejo “NGAWUR karena BENAR”

15 Mar

Gambar

“Selamat datang di alam ngawur.” Itulah sapaan dari buku pengantarnya Presiden Republik Jancuk, Sujiwo Tejo. Dengan memborong bakat nya yang sudah diwariskan dari sang ayah Soetedjo ini membuat Sujiwo Tejo melahirkan buku nyeleneh bin ajaib bagi saya. Kalau kata beliau begini, “Setelah kita endus bahwa di balik kedok tertata, sopan dan bertata krama itu ternyata adalah kepalsuan, ketika itulah ngawurisme bermula”. Petikan dari awal kata pengantar saja sudah bikin gemes melebihi dedek-dedek slurpi 711. #eaaa

Ngawurisme” dalam buku ini disalurkan dengan gaya urakan. Urakan menurutnya berbeda dengan kurang ajar. Urakan adalah pelanggaran peraturan termasuk dalam pikiran karena tidak sesuai dengan hati nurani. Kurang ajar adalah pelanggaran yang dilakukan hanya karena dorongan nafsu sesaat. Itulah pendapat Presiden Jancukers yang sempat dikutip oleh berbagai media saat perilisan buku nya tanggal 14 Maret di Galeri II Taman Ismail Marzuki. Saat itu suami dari Rosana Nurbani serta ayah Rembulan Randu Dahlia, Kennya Rizki Rinonce dan Jagad ini sempat melantunkan beberapa lagu yang di ciptakannya sendiri dan bermain saksophon untuk menghibur penonton.

Walaupun saya tidak sempat datang waktu rilisnya buku tersebut, namun saya sudah membeli bukunya sejak 5 Maret (#eaaa nggak penting deh nih!). Dalam buku “NGAWUR karena BENAR” ini menceritakan 37 kisah yang berbeda-beda. Terlebih saya juga suka dengan foto-foto yang kadang menyelip disela-sela jeda bab cerita. Tulisan kosakata nya pun khas sekali dengan bahasa jawa, yang kadang-kadang membuat saya bertanya-tanya akan artinya. Hehehe mohon maklum presiden, aku nggak faseh bahasa jawanya *sungkem*

Bagi saya buku ini sangat bervariasi tokoh-tokohnya yang diceritakan, karena misalnya saja ada bagian yang menceritakan tentang politik namun nama yang dipakai adalah nama pewayangan atau pun artis masa kini. #tsaelah. Serta judul yang diberikan oleh Presiden Jancuk ini juga ngawur karena benar lho.

Inilah judul-judul yang ada di buku tersebut :

1. Kinclong Banyuwangi Bagi Asterix

2. Amandemen Indonesia Raya

3. Masa Depan Sembilan Kebohongan

4. Uang Jajan, Makan, Saku, Transport (ini cerita favorit saya)

5. Gang Landak di Kampung Naga

6. Ada Nazar di Kali Serayu

7. Bukan Bang Thoyib Bukan Sinta

8. Sandyakalaning Senyum

9. Komisi Peternakan Kroto

10. Detektif Conan Menjelma Ramawijaya

11. Hujan Bola di Negeri Orang, Hujan Tangis di…

12. Tentang Burisrawa Berwajah Gayus

13. Memasuki Milenium Sengkuni

14. Pidato Buah Apel, eh, Buah Simalakama

15.Yudistira Naik-Naik ke Puncak Gaji

16. Sekali Jujur, 2-3 Bohong Terlampaui

17. “Doktor You Know Me So Well..”

18. Seandainya Saya Bukan Presiden

19. Suatu Abad “Century”

20. Wakil Rakyat Klampis Ireng

21. Sang Prabu Dipada’no Kebo

22. Prita Mencari Undur-Undur

23. Pasemon Anas – SBY

24. Demokrasi Semar, Catatan Februari

25. Bapak Ceplas-Ceplos Nasional

26. Semiliar Kunang-kunang di Angkasa

27. Lysistrata dari Sunan Bonang

28. Riwayat Orang-orang Sakti

29. Amir Membolos Kata Bu Guru

30. Ki Markus Sabdo Guru Wayangku

31. Orang Semenanjung Itu Telah Semakin Masuk

32. Tak Ada Salahnya Jadi Kaum Optimis

33. Imlek, Sri Mulyani, Ramalan Jayabaya

34. Menyongsong Ramalan Kedelapan Jayabaya

35. Tintin Saksi Sang Resi

36. Subali, Batman, Tanah Nusantara

37. Lupa Udin se-Mayapada

Namun ada kata-kata kutipan dihampir setiap bab nya, ini sebagian yang saya tulis.

“Harusnya kesabaran itu seperti keinginan, tak ada batasnya. Yang bertapal batas cuma kebutuhan” (Kinclong Banyuwangi Bagi Asterix, hal.13)

“Lagu kebangsaan pastilah bukan semacam sistem demokrasi yang bisa didatangkan dari luar dan harus bisa dipakai oleh seluruh daerah yang tanpa sejarah demokrasi, karena lagu kebangsaan bukan demokrasi yang rasional dan bisa dicapai dengan pembelajaran. Lagu kebangsaan adalah urusan emosional.” (Amandemen Indonesia Raya, hal 19)

“Jika kegagalan adalah sukses yang tertunda, berarti bisa kita harapkan kebohongan adalah jujur yang tertunda.” (Masa Depan Sembilan Kebohongan, hal.24)

“Bapak-bapak dan ibu-ibu… Kalau kita ingin Capres yang pro anak muda, tak ada pilihan lain kecuali Yuni Shara!” (Gang Landak di Kampung Naga, hal.29)

“Perempuan kalau marah kan teriaknya ‘jangan renggut kehormatanku’, bukan ‘jangan renggut dewan kehormatanku’!!!” (Komisi Peternakan Kroto, hal.56)

“Hidup ini tergantung anggapan” (Detektif Conan Menjelma Ramawijaya, hal.62)

“Uang susah dicari. Saya pasti harus korupsi lagi di luar penjara. Saya bukan monyet yang bisa hidup dari makanan sisa.” (Detektif Conan Menjelma Ramawijaya, hal.64)

“Ternyata masalah sudah berhasil dipecahkan, yaitu pecah dari satu masalah menjadi dua masalah.” (Tentang Burisrawa Berwajah Gayus, hal.78)

“Negeri sampean kan cuma punya buah anggur. Kami punya buah simalakama. Maknanya serbasalah. Nggak ada film impor nggak ada saingan. Orang-orang sini bikin film seenaknya sendiri, biasanya soal genderuwo. Tapi dikasih film impor, film-film lokal jadi mati..” (Sekali Jujur, 2-3 Bohong Terlampaui, hal. 106)

“Cinta tidak mengenal pengorbanan. Ketika kau sudah mulai merasa berkorban, pada saat itu juga cintamu sudah mulai memudar..” (“Doktor You Know Me So Well..”, hal.115)

“Puncak kangen yang paling dahsyat itu ketika dua orang tidak saling menelpon, SMS, BBM dan lain-lain tetapi keduanya diam-diam saling mendoakan..” (Lupa Udin se-Mayapada, hal.242)

*kalian bisa lebih ngawurisme di timeline nya @sudjiwotedjo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: